Minggu, 11 Oktober 2020

3 Tahun Kepergian Babe

Sabtu,  10 Oktober 2020

Hari ini, tanggal 10 tepat 3 tahun kepergian bapak. Teringat 3 tahun lalu, 

waktu itu pon" telpon aku, katanya bapak telpon dia dan ngeluh dadanya sakit, dan bilang agar info ke hut", agar jemput babe di pasar. aku langsung call hut", selepas telpon dari hut" aku membathin "kalau ada sesuatu sama bapak aku dah ikhlas" selama dia sudah ketemu sama hut".

sekitar 20-30 menit kemudian aku dapat kabar, bapak sudah meninggal, aku tidak percaya, minta hut" memastikan ke dokter, lalu beberapa saat kemudian aku di telpon bol dan bilang kalau dia sudah bicara sama dokter dan sudah dinyatakan meninggal. 

seketika itu aku menangis, sendiri di ruang pantry, tak berapa lama aku telpon HR dan bilang izin pulang karena bapak meninggal, aku di antar sama Muh (Muhaijir) teman kantor ku, lalu aq WA temanku Meta dan memberitahunya, saat itu dia telpon balik, aku lagi dibonceng motor, menuju stasiun Pasar Senen. 

Aku berusaha menghubungi kak Leo yg di bogor, tapi tidak diangkat, bol" di Riau, pon" di Lombok, mereka sudah tahu. sesampainya di stasiun aku beli tiket dan berangkat, di kereta aku menangis sejadi-jadinya, suasana kereta sepi. siang berangkat sampai sekitar jam 6 di Purwokerto, naek ojek dan menuju ke rumah.

sampai di rumah sudah ada tarub yg dipasang, suasana kedukaan sudah terbentuk. sampai depan pintu. rasanya aku masih tidak percaya, ku dekati tubuh kaku itu, hemm.benar bapak udah g ada, ku hanya menangis termenung, tidak akan ada lagi telpon setiap minggu, tidak akan ada lagi sosok yang selalu menanyakan hal" sederhana kepadaku "udah makan nak? lagi ngapain nak?" jaga kesehatan y boru.hemat" ya boru. tidak akan ada lagi sosok yang mengantar ke terminal, melepas kepergian anakny untuk bekerja di jakarta. sesak rasanya dada ini.

dan acara adat, penghiburan, ibadah hingga pemakaman semua ku lalui.

masih ingat jelas di kepala ku, saat pulang ke jakarta dengan bus, sesak rasanya tidak ada yang mengantar lagi, biasanya sembari nunggu keberangkatanku, kami akan berbincang hal-hal ringan "beli berapa jam tanganmu itu nak?" dan aku tidak tahu diri/ tidak peka utk membelikan bapak jam tangan.

aku masih menangis di dalam perjalanan pulangku ke jakarta, rasanya tidak mau hidup, rasanya tidak ada semangat hidup lagi. rasanya ingin mati. dunia ku runtuh, tidak ada lagi semangat hidup. ingin rasanya menyusul. tapi kesakitan ini tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang dirasakan oleh ibuku. tentu beliau pasti kehilangan jiwanya, sungguh sedih melihat belahan hati babe merasa perih akan kepergiannya. tapi ini kehidupan yang mesti dilalui.




3 tahun sudah, masih jelas kenangan dan memori indah yg tercipta, amarah babe pun menjadi hal yg sangat kurindukan. entah kenapa sesakit ini saat mengingat babe, saat ini saat aku sudah mulai bisa menyisihkan uang, tapi sayang babe udah gak ada,. 

di tahun 2017 ada film Coco yg diputar, benar2 seperti kehidupanku, dimana di mexico ada hari peringatan orang yang sudah meninggal, mereka akan hidup di dunia lain selama masih ada orang yg mengingatnya di memori mereka, aku tidak tahu sampai kapan akan hidup,sampai kapan akan bisa mengenang semua memory ini, sehingga aku tuliskan disini. 

biarkan aku kuat be, menghadapi hidup ini, seperti ajaranmu selama ini. love and miss you Be.. 


10.10.2017 - 10.10.2020 (in memoriam Babe, Ayahanda tercinta  T. Sihotang, Opung Lionel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Follow Us @soratemplates